Timeline Photos [Back To Gallery]

Happy Weekend semuanya!!! Semoga akhir pekan kali ini penuh dengan kegiatan berfaedah ya.
Oya, selama di sekolah anak-anak bersama guru akan berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru dan murid tentunya sangat menyenangkan. Mari terus berkegiatan di perpustakaan, guys!!!
Oya, selama di sekolah anak-anak bersama guru akan berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru dan murid tentunya sangat menyenangkan. Mari terus berkegiatan di perpustakaan, guys!!!

Buku merupakan sumber ilmu. Semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan yang akan kita dapatkan.
Taman Bacaan Pelangi hadir menyapa anak-anak Indonesia Timur agar kebiasaan membaca bisa menjadi bagian dari anak-anak.
Semoga di Tahun 2020 ini, Taman Bacaan Pelangi bisa terus menyapa anak-anak lainnya di belahan timur Indonesia. Tetap semangat membaca guys!!!
Taman Bacaan Pelangi hadir menyapa anak-anak Indonesia Timur agar kebiasaan membaca bisa menjadi bagian dari anak-anak.
Semoga di Tahun 2020 ini, Taman Bacaan Pelangi bisa terus menyapa anak-anak lainnya di belahan timur Indonesia. Tetap semangat membaca guys!!!

Perpustakaan ramah anak berbasis teknologi kini sedangkan dikembangkan oleh Taman Bacaan Pelangi yang bekerjasama dengan Room to Read (RtR). Perpustakaan ini tentunya berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Tak hanya menyediakan buku-buku dalam bentuk cetak. Tetapi, perpustakaan ramah anak berbasis teknologi ini juga mengenalkan pelantar bernama Literacy Cloud.
Selain itu, para guru juga telah diajari bagaimana cara menggunakan google chromecast. Wah, chromecast apalagi ini ? Tenang saja, chromecast ini adalah alat yang memudahkan para bapak dan ibu guru dalam menggunakan proyektor LCD. Chromecast ini bisa langsung dihubungkan ke proyektor LCD tanpa harus menggunakan kabel pada umumnya. Nah, Ibu Katarina Labore Bendi , guru SDN Wolowaru 3 ini telah berhasil dalam menggunakan chromecast. Tak hanya itu, Bu Rin, biasa ia disapa juga turut menggunakan pelantar literacy cloud saat kegiatan membaca. Anak-anak merasa senang dengan apa yang dilakukan Bu Rin.
Selain itu, para guru juga telah diajari bagaimana cara menggunakan google chromecast. Wah, chromecast apalagi ini ? Tenang saja, chromecast ini adalah alat yang memudahkan para bapak dan ibu guru dalam menggunakan proyektor LCD. Chromecast ini bisa langsung dihubungkan ke proyektor LCD tanpa harus menggunakan kabel pada umumnya. Nah, Ibu Katarina Labore Bendi , guru SDN Wolowaru 3 ini telah berhasil dalam menggunakan chromecast. Tak hanya itu, Bu Rin, biasa ia disapa juga turut menggunakan pelantar literacy cloud saat kegiatan membaca. Anak-anak merasa senang dengan apa yang dilakukan Bu Rin.

Di Tahun 2020 ini kira-kira buku apa yang akan dibaca, guys?
Buku berjudul "Aku Mandiri, Sepatu Baruku" inilah salah satu buku yang nantinya akan kita kirim ke perpustakaan Taman Bacaan Pelangi di wilayah timur Indonesia. Ayo Membaca.
Buku berjudul "Aku Mandiri, Sepatu Baruku" inilah salah satu buku yang nantinya akan kita kirim ke perpustakaan Taman Bacaan Pelangi di wilayah timur Indonesia. Ayo Membaca.

Berikut tulisan Mbak Ade Kumalasari tentang mengapa kita harus membuat anak-anak mencintai membaca dan terbiasa membaca untuk kesenangan yang dimuat di Kompasiana:
"Karena itu, untuk setiap kegiatan dan program literasi, saya ingin mengajak kita kembali ke tujuan awal: bagaimana membuat anak-anak kita mencintai membaca dan terbiasa membaca untuk kesenangan?
Dari hasil riset PISA, siswa yang membaca untuk kesenangan, menghabiskan lebih banyak waktu luang dalam seminggu untuk membaca sebagai hiburan, mempunyai skor PISA lebih tinggi 50 poin. Perbedaan 50 poin ini setara dengan efek 1,5 tahun belajar di sekolah.
Saya rasa, gerakan membaca untuk kesenangan ini layak untuk dikampanyekan besar-besaran, melibatkan pemerintah, masyarakat, orang tua, guru, dan tentu saja anak-anak.
Saya ingin mengusulkan agar Kemdikbud membuat atau menyediakan empat hal ini yang akan membantu gerakan membaca untuk kesenangan:
1. Rekomendasi bacaan berjenjang, 2. Penghargaan buku anak-anak & remaja, 3. Kurikulum membaca, 4 Sumber daya untuk orang tua dan guru"
(Sumber : https://www.kompasiana.com/adekumala/5de8252ed541df5e4762cd92/mas-menteri-tolong-kampanyekan-membaca-untuk-kesenangan?page=all)
Untuk bentuk kegiatan yang diusulkan ke Kemdikibud ini, beberapa sudah dilakukan oleh Taman Bacaan Pelangi (TBP) antara lain:
1. Terkait bacaan berjenjang, pada Perpustakaan Sekolah yang bekerjasama dengan TBP semua buku bacaan/buku cerita anak telah dijenjangkan dan ditempeli stiker untuk memudahkan anak mengenali buku yang sesuai kemampuan bacanya.
2.Terkait kurikulum, ada jam kunjung yang terjadwal secara regular untuk anak bersama guru melakukan kegiatan membaca di perpustakaan (jadi masuk perpus bukan hanya saat istirahat atau jam pelajaran kosong saja ya). Jam kunjung ini terintegrasi dengan roster harian di sekolah, dimana 1 jam kunjung setara dengan 30-35 menit jam pelajaran.
3.Terkait sumber daya untuk orang tua dan guru, TBP melakukan kegiatan membaca lantang juga untuk orang tua serta pelatihan pengelolaan perpustakaan dan jam kunjung bagi semua guru, yang di dalammnya ada pelatihan membaca lantang, membaca bersama, membaca berpasangan dan membaca mandiri.
(Lokasi Foto: Perpustakaan Ramah Anak SDN Lokory, Kec. Tana Righu, Sumba Barat, NTT)
"Karena itu, untuk setiap kegiatan dan program literasi, saya ingin mengajak kita kembali ke tujuan awal: bagaimana membuat anak-anak kita mencintai membaca dan terbiasa membaca untuk kesenangan?
Dari hasil riset PISA, siswa yang membaca untuk kesenangan, menghabiskan lebih banyak waktu luang dalam seminggu untuk membaca sebagai hiburan, mempunyai skor PISA lebih tinggi 50 poin. Perbedaan 50 poin ini setara dengan efek 1,5 tahun belajar di sekolah.
Saya rasa, gerakan membaca untuk kesenangan ini layak untuk dikampanyekan besar-besaran, melibatkan pemerintah, masyarakat, orang tua, guru, dan tentu saja anak-anak.
Saya ingin mengusulkan agar Kemdikbud membuat atau menyediakan empat hal ini yang akan membantu gerakan membaca untuk kesenangan:
1. Rekomendasi bacaan berjenjang, 2. Penghargaan buku anak-anak & remaja, 3. Kurikulum membaca, 4 Sumber daya untuk orang tua dan guru"
(Sumber : https://www.kompasiana.com/adekumala/5de8252ed541df5e4762cd92/mas-menteri-tolong-kampanyekan-membaca-untuk-kesenangan?page=all)
Untuk bentuk kegiatan yang diusulkan ke Kemdikibud ini, beberapa sudah dilakukan oleh Taman Bacaan Pelangi (TBP) antara lain:
1. Terkait bacaan berjenjang, pada Perpustakaan Sekolah yang bekerjasama dengan TBP semua buku bacaan/buku cerita anak telah dijenjangkan dan ditempeli stiker untuk memudahkan anak mengenali buku yang sesuai kemampuan bacanya.
2.Terkait kurikulum, ada jam kunjung yang terjadwal secara regular untuk anak bersama guru melakukan kegiatan membaca di perpustakaan (jadi masuk perpus bukan hanya saat istirahat atau jam pelajaran kosong saja ya). Jam kunjung ini terintegrasi dengan roster harian di sekolah, dimana 1 jam kunjung setara dengan 30-35 menit jam pelajaran.
3.Terkait sumber daya untuk orang tua dan guru, TBP melakukan kegiatan membaca lantang juga untuk orang tua serta pelatihan pengelolaan perpustakaan dan jam kunjung bagi semua guru, yang di dalammnya ada pelatihan membaca lantang, membaca bersama, membaca berpasangan dan membaca mandiri.
(Lokasi Foto: Perpustakaan Ramah Anak SDN Lokory, Kec. Tana Righu, Sumba Barat, NTT)