Pada musim hujan di Flores, hujan tidak bisa menghentikan langkah kami untuk mengunjungi Kampung Kaca yang berada di Manggarai Tengah, Flores, NTT.

Perjalanan dari Labuan Bajo menuju Kampung Kaca membutuhkan waktu selama lima setengah jalan dengan menggunakan mobil, tapi kami tinggal di Kampung Iteng karena sudah terlalu gelap ketika kami tiba di sana. Pagi harinya, kami segera menuju Kampung Kaca karena sudah tidak sabar untuk membuka perpustakaan baru kami di sana!

Tapi… perjalanan tidak mudah! Selama musim hujan, Kampung Kaca tidak bisa ditempuh dengan mobil! Lumpur memenuhi jalanan licin — jadi orang-orang berangkat ke sana dengan menggunakan motorbikes (hanya untuk yang sudah ahli!) dan berjalan kaki. Oh… kami harusnya datang waktu musim kemarau! 😀 Tapi lihat, kami menikmati perjalanan ini.. lihatlah pemandangan yang menakjubkan di sekitar kami!

Kami berjalan melalui jalan yang aman selama satu jam. Beberapa orang relawan lokal kami datang dengan dua motorbikes yang membawa kotak besar dengan 400 buah buku anak-anak. Satu dari motorbike terjebak tanah lumpur! Bukan jalan yang mudah!

Setelah melalui jalanan licin itu, kami harus turun bukit melalui jalanan berbatu… Saya tetap bertanya “Apakah kita sudah sampai?”. Relawan kami selalu mengatakan “kita sudah dekat… sudah mau sampai!” Biasanya kampungnya bisa ditempuh hanya lima menit, sekarang berganti menjadi 45 menit!

Kami berhenti di rumah penduduk lokal untuk minum kopi. Orang Flores senang minum kopi dan mereka bisa minum beberapa cangkir dalam sehari! Saya bingung bagaimana mereka bisa tidur malam hari setelah minum setidaknya lima cangkir kopi! Selain kopi, mereka juga menawarkan air kelapa yang sudah difermentasi yang disebut “Tuak”. rasanya sangat enak, harus saya akui:).

Setelah mengucapkan terima kasih kepada pemilik rumah untuk keramahannya, kami melanjutkan perjalanan menuju sekolah bertemu dengan guru & anak-anak. Sekolah dasar di kampung ini berada di lembah bukit dengan pemandangan yang luar biasa di sekitarnya! Kami disapa dengan senyuman anak-anak dan guru. Mereka sangat senang melihat buku-buku yang kami bawa!

berbagi kabar baik dengan Taman Bacaan Pelangi

Lokasi Taman Bacaan Pelangi tidak berada di sekolah, tapi berada di rumah Ibu Linda di kampung. Ibu Linda merupakan salah satu guru di SD Kaca yang ingin mengeola perpustakaan :).Semua guru menunjukkan rasa senang mereka dengan kehadiran Taman Bacaan Pelangi di kampung mereka. Mereka berpikir ini merupakan satu langkah yang baik untuk memotivasi anak-anak membaca!

Bagaimana dengan anak-anak? Segera setelah kami membukan kota-kotak itu, mereka sangat antusias! Senyuman dan kilau di mata mereka menjelaskan semuanya.

Terima kasih semuanya yang telah membuat ini terjadi! Dalam tulisan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada “Drive Books, Not Cars” (DBNC) untuk dukungan yang diberikan kepada kami. Melalui semua buku yang kalian donasikan melalui DBNC, kami dapat membangun perpustakaan di Kampung Kaca.

Mari membangun lebih banyak perpustakaan lagi bagi anak-anak di daerah terpencil!

Â