Kini saatnya memberikan kabar baik untuk anak-anak di Kampung Dalong!

Hari ini, Taman Bacaan Pelangi mengunjungi Kampung Dalong untuk mendirikan sebuah taman baca. Lokasinya berada di SDN Longgo, di dalam ruangan kosong di sebelah sekolah. Lokasi sekolah sendiri juga tenang dan tersembunyi. Kami tidak tahu kalau di sana ada sekolah sampai kami berkunjung hari ini, karena tidak ada satu pun yang bisa melihatnya dari jalan utama.

Sekolah ini memiliki 220 murid dari kelasa satu sampai kelas enam dengan 13 orang guru. Mereka sangat senang ketika kami memutuskan untuk mendirikan perpustakaan di kampung mereka. Kepala sekolah mengatakan bahwa dari dulu mereka selalu mengharapkan akan adanya perpustakaan di sekolah mereka, tapi belum kesampaian…

Guru-guru tidak bisa menyembunyikan perasaan mereka melihat sekitar 400 buah buku yang kami bawa. Kami juga menyediakan rak buku. Mereka tidak berhenti mengucapkan “Terima kasih banyak…”! Dan sebagai ungkapan terima kasih, mereka memberikan kami tikar, bir, dan rokok, dan beras. Kenapa? Karena ini semua merupakan simbol. Menurut budaya Manggarai, mereka memberikan kami tikar supaya kami memiliki tempat untuk tidur. Sebotol bir, supaya kami tidak haus. Sekotak beras, supaya kami tidak kelaparan. Satu pak rokok? Err… Saya lupa itu simbol apa! Ooppss :p Dan iya, mereka juga memberikan kami seekor ayam jantan berwarna putih! Iya, yang masih hidup! Dan setelah kami menerima semua, kepala sekolah memberikan sambutan dan meletakkan uang Rp 10.000 di atas meja. Beliau mengucapkan rasa terima kasihnya dan berharap Taman Bacaan Pelangi akan memberikan dampak yang baik bagi anak-anak.

Setelah sambutan singkatnya, sekarang giliran kami untuk mengucapkan sambutan. Dan, kami juga mengikuti tradisi. Sebelum memberikan sambutan, kami meletakkan uang di atas meja. Lucu kan! Tapi, kita harus menghargai tradisi orang lain bukan? Ingat, ketika di Roma, bertindaklah seperti orang Roma!

Setelah semua ritual, anak-anak menyanyikan sebuah lagu. Lucu sekali!!! Mereka tidak hanya menyanyi, tapi juga menari saat yang sama! Awww…

Setelah menari, sekarang… bagian senangnya! Saatnya membuka kotak-kotak buku!! Yeayyy!!! Anak-anak tidak sabar melihat buku-buku itu. Setelah kami membuka kotak-kotak itu, mereka segera menuju meja dan mengambil buku yang menarik perhatian mereka! Menyenangkan!!

Taman Bacaan Pelangi di Kampung Dalong disponsori oleh Stichting Hibiscus, sebuah organisasi sosial dari Belanda. Terima kasih untuk teman-teman di Stichting Hibiscus yang sudah memberikan donasi yang cukup untuk membuat satu taman baca di Flores! Kami juga berterima kasih kepada penasihat sosial media, Andy Harvey, dan teman kami dari Kanada, Jeffrey McCormack yang telah bergabung di hari yang menyenangkan ini!